MATA KULIAH TASAWUF III
JURUSAN AQIDAH-FILSAFAT FAKULTAS USHULUDDIN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU
MATA KULIAH TASAWUF III
JURUSAN AQIDAH-FILSAFAT FAKULTAS USHULUDDIN
JURUSAN AQIDAH-FILSAFAT FAKULTAS USHULUDDIN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU
Universitas Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Fakultas Ushuluddin
Program Strata Satu (S1)
Jurusan/Smt Aqidah Filsafat / V
Angkatan Tahun Akademik 2014/2015
Mata Kuliah Tasawuf III
Status/Sifat Mata Kuliah Jurusan
Kredit Dua (2) SKS
Durasi 100 Menit
Strategi Istruksional Ceramah, Presentasi, Tanya-Jawab, Diskusi, dan Resume Perkuliahan
Dosen Drs. H. Iskandar Arnel, MA
DESKRIPSI SINGKAT TENTANG MATA KULIAH
Tasawuf merupakan salah satu komponen ilmu keahlian pada Jurusan Aqidah dan Filsafat. Dalam pembe-lajarannya, disiplin ilmu ini dipecah menjadi 5 bagian, yaitu:
1. Tasawuf 1: Sejarah Kemunculan Tasawuf
2. Tasawuf 2: al-Muṭāla‘aḧ fī al-Ṭaṣawwuf
3. Tasawuf 3: Pemikiran Tasawuf
4. Tasawuf 4: Institusi Tasawuf
5. Tasawuf 5: Naqd al-Nuṣūṣ
Secara garis besar, pembahasan pada
Tasawuf III difokuskan pada beberapa pemikiran besar tasawuf, tokoh-tokohnya,
pengaruh dan kritikan terhadap mereka. Pemikiran-pemikiran tersebut meliputi
pandangan para sufi tentang konsep ma‘rifaḧ, maḥabbaḧ, maqām dan
ḥāl, fanā’ dan baqā’, ḥulūl, ittiḥād, nūr Muḥammad, walāyaḧ, dan waḥdat
al-wujūd.
Tasawuf III adalah
mata kuliah presentasi dan diskusi, di mana mahasiswa dibagi pada beberapa
kelompok kecil yang bertanggungjawab untuk mempersiapkan, mendiskusikan, dan
mempresentasikan konsep pemi-kiran tasawuf yang telah disepakati. Materi yang telah
dipresentasikan harus ditulis dalam bentuk makalah, dievaluasi oleh dosen, disempurnakan
oleh masing-masing kelompok, dan kemudian dipublikasikan di blog Halaqah Iskandariah (untuk ketentuan penulisan dan penyerahan lihat bagian akhir posting ini).
KOMPETENSI DASAR
Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa diharapkan mampu:
1. Menjelaskan makna dan perbedaan antara tasawuf akhlaqi dan tasawuf falsafi.
2. Menerangkan pandangan
para sufi tentang konsep ma‘rifaḧ, maḥabbaḧ, maqām dan ḥāl,
fanā’ dan
baqā’, ḥulūl, ittiḥād,
nūr Muḥammad, walāyaḧ, dan waḥdat al-wujūd, tokoh-tokoh
dan pengaruh
dari konsep-konsep tersebut dalam tasawuf khususnya dan dalam sejarah intelektual dan spiritual Islam
umumnya.
3. Mengidentifikasikan,
menjelaskan dan merespon kritikan-kritikan yang di-alamatkan pada konsep-
konsep tersebut.
POKOK BAHASAN
1. Ma‘rifaḧ
2. Maḥabbaḧ
3. Maqām dan Ḥāl
4. Fanā’ dan Baqā’
5. Ḥulūl
6. Ittiḥād
7. Nūr Muḥammad
8. Walāyaḧ dan Karāmaḧ
9. Waḥdat al-Wujūd
GARIS-GARIS BESAR MATA KULIAH TASAWUF III PER TATAP MUKA
Tatap Muka I: Pendahuluan
1. Orientasi silabus.
2. Perbedaan antara tasawuf akhlaqī dan tasawuf falsafī.
3. Perbedaan antara corak pemikiran tasawuf dan pemikiran kalam dan filsafat.
4. Faktor-faktor yang mempengaruhi kemunculan dan perkembangan pemiki-ran tasawuf.
Tatap Muka II: Sumber-Sumber atau Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemikiran Tasawuf
1. Qur'an
2. Hadis
3. Peri hidup para sahabat
4. Dialektika kalam dan filsafat
Tatap Muka III: Pandangan Umum tentang PemikiranPemikiran Besar Tasawuf
Pandangan umum tentang ma‘rifaḧ, maḥabbaḧ, maqām dan ḥāl, fanā’ dan baqā’, ḥulūl, ittiḥād, nūr Muḥammad, walāyaḧ, dan waḥdat al-wujūd.
Tatap Muka IV: Dikusi Kelompok
1. Kelompok 1: Ma‘rifaḧ
2. Kelompok 2: Maḥabbaḧ
3. Kelompok 3: Maqām dan ḥāl
4. Kelompok 4: Fanā’ dan baqā’
5. Kelompok 5: Hulūl
6. Kelompok 6: Ittiḥād
7. Kelompok 7: Nūr Muḥammad
8. Kelompok 8: Walāyaḧ
9. Kelompok 9: Waḥdat al-wujūd
Tatap Muka V & IX: Presentasi dan Diskusi Kelompok
1. Kelompok 1: Ma‘rifaḧ
2. Kelompok 2: Maḥabbaḧ
3. Kelompok 3: Maqām dan ḥāl
4. Kelompok 4: Fanā’ dan baqā’
5. Kelompok 5: Hulūl
Tatap Muka X: Review Materi yang Telah Dipelajari
Tatap Muka XI-XIV: Presentasi dan Diskusi Kelompok
1. Kelompok 6: Ittiḥād
2. Kelompok 7: Nūr Muḥammad
3. Kelompok 8: Walāyaḧ
4. Kelompok 9: Waḥdat al-wujūd
Tatap Muka XV: Review Materi yang Telah Dipelajari
Tatap Muka XVI: Akhir Semester
========================================================================
Universitas Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Fakultas Ushuluddin
Program Strata Satu (S1)
Jurusan/Smt Aqidah Filsafat / V
Angkatan Tahun Akademik 2014/2015
Angkatan Tahun Akademik 2014/2015
Mata Kuliah Tasawuf III
Status/Sifat Mata Kuliah Jurusan
Kredit Dua (2) SKS
Durasi 100 Menit
Strategi Istruksional Ceramah, Presentasi, Tanya-Jawab, Diskusi, dan Resume Perkuliahan
Dosen Drs. H. Iskandar Arnel, MA
DESKRIPSI SINGKAT TENTANG MATA KULIAH
Tasawuf merupakan salah satu komponen ilmu keahlian pada Jurusan Aqidah dan Filsafat. Dalam pembe-lajarannya, disiplin ilmu ini dipecah menjadi 5 bagian, yaitu:
1. Tasawuf 1: Sejarah Kemunculan Tasawuf
2. Tasawuf 2: al-Muṭāla‘aḧ fī al-Ṭaṣawwuf
3. Tasawuf 3: Pemikiran Tasawuf
4. Tasawuf 4: Institusi Tasawuf
5. Tasawuf 5: Naqd al-Nuṣūṣ
Secara garis besar, pembahasan pada
Tasawuf III difokuskan pada beberapa pemikiran besar tasawuf, tokoh-tokohnya,
pengaruh dan kritikan terhadap mereka. Pemikiran-pemikiran tersebut meliputi
pandangan para sufi tentang konsep ma‘rifaḧ, maḥabbaḧ, maqām dan
ḥāl, fanā’ dan baqā’, ḥulūl, ittiḥād, nūr Muḥammad, walāyaḧ, dan waḥdat
al-wujūd.
KOMPETENSI DASAR
Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa diharapkan mampu:
1. Menjelaskan makna dan perbedaan antara tasawuf akhlaqi dan tasawuf falsafi.
2. Menerangkan pandangan
para sufi tentang konsep ma‘rifaḧ, maḥabbaḧ, maqām dan ḥāl,
fanā’ dan
baqā’, ḥulūl, ittiḥād,
nūr Muḥammad, walāyaḧ, dan waḥdat al-wujūd, tokoh-tokoh
dan pengaruh
dari konsep-konsep tersebut dalam tasawuf khususnya dan dalam sejarah intelektual dan spiritual Islam
umumnya.
3. Mengidentifikasikan,
menjelaskan dan merespon kritikan-kritikan yang di-alamatkan pada konsep-
konsep tersebut.
POKOK BAHASAN
1. Ma‘rifaḧ
2. Maḥabbaḧ
3. Maqām dan Ḥāl
4. Fanā’ dan Baqā’
5. Ḥulūl
6. Ittiḥād
7. Nūr Muḥammad
8. Walāyaḧ dan Karāmaḧ
9. Waḥdat al-Wujūd
GARIS-GARIS BESAR MATA KULIAH TASAWUF III PER TATAP MUKA
Tatap Muka I: Pendahuluan
1. Orientasi silabus.
2. Perbedaan antara tasawuf akhlaqī dan tasawuf falsafī.
3. Perbedaan antara corak pemikiran tasawuf dan pemikiran kalam dan filsafat.
4. Faktor-faktor yang mempengaruhi kemunculan dan perkembangan pemiki-ran tasawuf.
3. Perbedaan antara corak pemikiran tasawuf dan pemikiran kalam dan filsafat.
4. Faktor-faktor yang mempengaruhi kemunculan dan perkembangan pemiki-ran tasawuf.
Tatap Muka II: Sumber-Sumber atau Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemikiran Tasawuf
1. Qur'an
2. Hadis
3. Peri hidup para sahabat
4. Dialektika kalam dan filsafat
4. Dialektika kalam dan filsafat
Tatap Muka III: Pandangan Umum tentang PemikiranPemikiran Besar Tasawuf
Pandangan umum tentang ma‘rifaḧ, maḥabbaḧ, maqām dan ḥāl, fanā’ dan baqā’, ḥulūl, ittiḥād, nūr Muḥammad, walāyaḧ, dan waḥdat al-wujūd.
Tatap Muka IV: Dikusi Kelompok
1. Kelompok 1: Ma‘rifaḧ
2. Kelompok 2: Maḥabbaḧ
3. Kelompok 3: Maqām dan ḥāl
4. Kelompok 4: Fanā’ dan baqā’
5. Kelompok 5: Hulūl
6. Kelompok 6: Ittiḥād
7. Kelompok 7: Nūr Muḥammad
8. Kelompok 8: Walāyaḧ
9. Kelompok 9: Waḥdat al-wujūd
3. Kelompok 3: Maqām dan ḥāl
4. Kelompok 4: Fanā’ dan baqā’
5. Kelompok 5: Hulūl
6. Kelompok 6: Ittiḥād
7. Kelompok 7: Nūr Muḥammad
8. Kelompok 8: Walāyaḧ
9. Kelompok 9: Waḥdat al-wujūd
Tatap Muka V & IX: Presentasi dan Diskusi Kelompok
1. Kelompok 1: Ma‘rifaḧ
2. Kelompok 2: Maḥabbaḧ
3. Kelompok 3: Maqām dan ḥāl
4. Kelompok 4: Fanā’ dan baqā’
5. Kelompok 5: Hulūl
3. Kelompok 3: Maqām dan ḥāl
4. Kelompok 4: Fanā’ dan baqā’
5. Kelompok 5: Hulūl
Tatap Muka X: Review Materi yang Telah Dipelajari
Tatap Muka XI-XIV: Presentasi dan Diskusi Kelompok
1. Kelompok 6: Ittiḥād
2. Kelompok 7: Nūr Muḥammad
3. Kelompok 8: Walāyaḧ
4. Kelompok 9: Waḥdat al-wujūd
Tatap Muka XVI: Akhir Semester
2. Kelompok 7: Nūr Muḥammad
3. Kelompok 8: Walāyaḧ
4. Kelompok 9: Waḥdat al-wujūd
Tatap Muka XV: Review Materi yang Telah Dipelajari
========================================================================
RUJUKAN
Abū Naṣr al-Sarrāj al-Ṭūsī, al-Luma‘: Rujukan Lengkap
Ilmu Tasawuf, terj. Wasmukan dan Samson Rahman (Surabaya: Risalah Gusti,
2002).
Alexander Knysh, Islamic Mysticism: A Short History (Leiden: Brill, 2000).
Annemarie Schimmel, Mystical Dimension of Islam (Chapel Hill: The Univ. of North Carolina
Press, 1975).
B. Radtke et al, “Walī”, dalam The Encyclopaedia of Islam:
New Edition (Leiden: E. J. Brill, 1995), 11: 109-125.
F. Rahman, “Baḳā’ wa-Fanā’”, dalam The Encyclopaedia of Islam: New Edition (Leiden: E. J. Brill, 1986), 1: 951.
H. Ritter, “Abū Yazīd”, dalam The Encyclopaedia of Islam: New Edition
(Leiden: E. J. Brill, 1986), 1: 162-163.
Al-Ḥujwirī, Kasyful Maḥjūb, terj. Suwardjo Muthary dan Abdul Hadi W.
M. (Bandung: Mizan, 1993).
Ibn
‘Arabī, al-Futūḥāt al-Makkiyyaḧ, 4 jld, ed. Muḥammad ‘Abd al-Raḥmān al-Mur‘asyilī
(Beirut: Dār Iḥyā’
al-Turāth al-‘Arabī, 1418/1998).
_____, Fuṣūṣ
al-Ḥikam, ed. A. A. Afifi (Beirut: Dār al-Kitāb al-‘Arabī, ed. kedua, 1400/1980).
Iskandar
Arnel, Sejarah Kemunculan dan Perkembangan Tasawuf (Yogyakarta:
Cakrawala, 2013).
Jawdah
Muḥammad Abū al-Yazīd al-Mahdī, Biḥār al-Walāyaḧ al-Muḥammadiyyaḧ fī Manāqib
A‘lām al-Ṣūfiyyaḧ (Kairo: Dār Gharīb li al-Ṭabā‘aḧ wa al-Nasyr wa
al-Tawzī‘, 1418/1998).
Al-Kalābadzī,
Kitāb al-Ta‘arruf li Madzhab al-Taṣawwuf.
L.
Gardet, “Karāma”, dalam The Encyclopaedia of Islam: New
Edition (Leiden: E. J. Brill, 1997), 4: 615-616.
L.
Massignon [L. Gardet], “al-Ḥallādj”, The Encyclopaedia of
Islam: New Edition (Leiden: E. J. Brill dan London: Luzac and Co.,
1986), 3: 99-104.
L.
Massignon [G. C. Anawati], “Ḥulūl”, dalam The
Encyclopaedia of Islam: New Edition (Leiden: E. J. Brill
dan London: Luzac and Co., 1986), 3: 570-571.
Hermann Landolt, “Walāyah”, dalam Encyclopedia of Religion (New York: McMillan Publishing Company, 1987), 15: 316–321.
J.-Cl. Ch. Chabrier, “Maḳām”, dalam The Encyclopaedia of Islam: New Edition (Leiden: E. J. Brill, 1991), 6: 96-104.
Mawil Y. Izzi Dien dan P. E. Walker, “Wilāya”, dalam The
Encyclopaedia of Islam: New Edition (Leiden: E. J. Brill, 1995), 11:
208-209.
al-Qusyayrī, al-Risālah al-Qusyayriyyah: Induk Ilmu Tasawuf, terj.
Mohammad Luqman Hakiem (Surabaya: Risalah Gusti, 2001).
R. Arnaldez, “Ma‘rifa”, dalam The Encyclopaedia of Islam: New Edition
(Leiden: E. J. Brill, 1991), 6: 568-571.
R. Nicholson dan G. C. Anawati, “Ittiḥād”, dalam The
Encyclopaedia of Islam: New Edition (Leiden: E. J. Brill, 1997), 4:
282-283.
Toshihiko Izutsu, Sufism and Taoism: A Comparative Study of Key Philosophical Concepts (Barkeley: University of California Press, 1983).
U. Rubin, “Nūr Muḥammadī”, dalam The Encyclopaedia of Islam: New
Edition (Leiden: E. J. Brill, 1995), 8: 125.
W. C. Chittick, “Waḥdat
al-Shuhūd”, dalam The Encyclopaedia of Islam: New Edition (Leiden:
E. J.
Brill, 1995), 11: 37-39.
Artikel-artikel yang terdapat dalam The Encyclopaedia of Islam: New Edition yang berkaitan dengan
topik-topik di atas.
Artikel-artikel lain yang terdapat dalam sumber-sumber yag lain yang berkaitan dengan topik-topik di atas.
========================================================================
RUJUKAN
Alexander Knysh, Islamic Mysticism: A Short History (Leiden: Brill, 2000).
Annemarie Schimmel, Mystical Dimension of Islam (Chapel Hill: The Univ. of North Carolina
Press, 1975).
B. Radtke et al, “Walī”, dalam The Encyclopaedia of Islam:
New Edition (Leiden: E. J. Brill, 1995), 11: 109-125.
F. Rahman, “Baḳā’ wa-Fanā’”, dalam The Encyclopaedia of Islam: New Edition (Leiden: E. J. Brill, 1986), 1: 951.
H. Ritter, “Abū Yazīd”, dalam The Encyclopaedia of Islam: New Edition
(Leiden: E. J. Brill, 1986), 1: 162-163.
Al-Ḥujwirī, Kasyful Maḥjūb, terj. Suwardjo Muthary dan Abdul Hadi W.
M. (Bandung: Mizan, 1993).
Ibn
‘Arabī, al-Futūḥāt al-Makkiyyaḧ, 4 jld, ed. Muḥammad ‘Abd al-Raḥmān al-Mur‘asyilī
(Beirut: Dār Iḥyā’
al-Turāth al-‘Arabī, 1418/1998).
_____, Fuṣūṣ
al-Ḥikam, ed. A. A. Afifi (Beirut: Dār al-Kitāb al-‘Arabī, ed. kedua, 1400/1980).
Iskandar
Arnel, Sejarah Kemunculan dan Perkembangan Tasawuf (Yogyakarta:
Cakrawala, 2013).
Jawdah
Muḥammad Abū al-Yazīd al-Mahdī, Biḥār al-Walāyaḧ al-Muḥammadiyyaḧ fī Manāqib
A‘lām al-Ṣūfiyyaḧ (Kairo: Dār Gharīb li al-Ṭabā‘aḧ wa al-Nasyr wa
al-Tawzī‘, 1418/1998).
Al-Kalābadzī,
Kitāb al-Ta‘arruf li Madzhab al-Taṣawwuf.
L.
Gardet, “Karāma”, dalam The Encyclopaedia of Islam: New
Edition (Leiden: E. J. Brill, 1997), 4: 615-616.
L.
Massignon [L. Gardet], “al-Ḥallādj”, The Encyclopaedia of
Islam: New Edition (Leiden: E. J. Brill dan London: Luzac and Co.,
1986), 3: 99-104.
L.
Massignon [G. C. Anawati], “Ḥulūl”, dalam The
Encyclopaedia of Islam: New Edition (Leiden: E. J. Brill
dan London: Luzac and Co., 1986), 3: 570-571.
Hermann Landolt, “Walāyah”, dalam Encyclopedia of Religion (New York: McMillan Publishing Company, 1987), 15: 316–321.
J.-Cl. Ch. Chabrier, “Maḳām”, dalam The Encyclopaedia of Islam: New Edition (Leiden: E. J. Brill, 1991), 6: 96-104.
Mawil Y. Izzi Dien dan P. E. Walker, “Wilāya”, dalam The
Encyclopaedia of Islam: New Edition (Leiden: E. J. Brill, 1995), 11:
208-209.
al-Qusyayrī, al-Risālah al-Qusyayriyyah: Induk Ilmu Tasawuf, terj.
Mohammad Luqman Hakiem (Surabaya: Risalah Gusti, 2001).
R. Arnaldez, “Ma‘rifa”, dalam The Encyclopaedia of Islam: New Edition
(Leiden: E. J. Brill, 1991), 6: 568-571.
R. Nicholson dan G. C. Anawati, “Ittiḥād”, dalam The
Encyclopaedia of Islam: New Edition (Leiden: E. J. Brill, 1997), 4:
282-283.
Toshihiko Izutsu, Sufism and Taoism: A Comparative Study of Key Philosophical Concepts (Barkeley: University of California Press, 1983).
U. Rubin, “Nūr Muḥammadī”, dalam The Encyclopaedia of Islam: New
Edition (Leiden: E. J. Brill, 1995), 8: 125.
W. C. Chittick, “Waḥdat
al-Shuhūd”, dalam The Encyclopaedia of Islam: New Edition (Leiden:
E. J. Brill, 1995), 11: 37-39.
Artikel-artikel yang terdapat dalam The Encyclopaedia of Islam: New Edition yang berkaitan dengan
topik-topik di atas.
Artikel-artikel lain yang terdapat dalam sumber-sumber yag lain yang berkaitan dengan topik-topik di atas.
========================================================================
TUGAS MATA KULIAH TASAWUF III
Selain dari makalah kelompok, setiap mahasiswa diwajibkan menulis makalah (min. 10 hlm) tentang salah satu aspek yang berkaitan dengan tokoh yang menjadi kajian utama kelompoknya. Tentang Ibn 'Arabi, misalnya, setiap mahasiswa yang mengkaji tentang tokoh kelahiran Andalusia ini bisa menulis makalah tentang perspektifnya mengenai kesatuan agama-agama, ketuhanan, kenabian, dan sebagainya.
Ketentuan penulisan makalah: Font Times New Roman; ukuran 12; 2 spasi; rujukan memakai sistem catatan kaki; mencantumkan daftar pustaka, dan diberi nomor halaman. Pedoman penulisan memakai sistem Turabian.
Print out makalah individu diserahkan kepada dosen pengampu mata kuliah pada pertemuan ke 14, dan setelah dievaluasi oleh dosen dan direvisi leh penulisya, makalah tersebut harus di-up load di blog halakah ini (paling lambat sehari setelah pertemuan ke 16). Makalah yang sudah direvisi harus benar-benar sesuai dengan standar penulisan karya ilmiah, bebas dari kesalahan teknis penulisan dan dari kesalahan bahasa. Penyerahan makalah kelompok paling lambat 2 minggu setelah pertemuan yang ke 16. Ketentuan penulisan makalah kelompok sama dengan yang telah disebutkan sebelumnya.
CATATAN: Nilai makalah individu setara dengan nilai Ujian Akhir Semester, sedengankan nilai makalah kelompok setara dengan nilai Ujian Pertengahan Semester.
Hari : Jum'at
Tmpat : Pekanbaru
Tanggal: 22 Agustus 2014
TUGAS MATA KULIAH TASAWUF III
Selain dari makalah kelompok, setiap mahasiswa diwajibkan menulis makalah (min. 10 hlm) tentang salah satu aspek yang berkaitan dengan tokoh yang menjadi kajian utama kelompoknya. Tentang Ibn 'Arabi, misalnya, setiap mahasiswa yang mengkaji tentang tokoh kelahiran Andalusia ini bisa menulis makalah tentang perspektifnya mengenai kesatuan agama-agama, ketuhanan, kenabian, dan sebagainya.
Ketentuan penulisan makalah: Font Times New Roman; ukuran 12; 2 spasi; rujukan memakai sistem catatan kaki; mencantumkan daftar pustaka, dan diberi nomor halaman. Pedoman penulisan memakai sistem Turabian.
Print out makalah individu diserahkan kepada dosen pengampu mata kuliah pada pertemuan ke 14, dan setelah dievaluasi oleh dosen dan direvisi leh penulisya, makalah tersebut harus di-up load di blog halakah ini (paling lambat sehari setelah pertemuan ke 16). Makalah yang sudah direvisi harus benar-benar sesuai dengan standar penulisan karya ilmiah, bebas dari kesalahan teknis penulisan dan dari kesalahan bahasa. Penyerahan makalah kelompok paling lambat 2 minggu setelah pertemuan yang ke 16. Ketentuan penulisan makalah kelompok sama dengan yang telah disebutkan sebelumnya.
CATATAN: Nilai makalah individu setara dengan nilai Ujian Akhir Semester, sedengankan nilai makalah kelompok setara dengan nilai Ujian Pertengahan Semester.
CATATAN: Nilai makalah individu setara dengan nilai Ujian Akhir Semester, sedengankan nilai makalah kelompok setara dengan nilai Ujian Pertengahan Semester.
Hari : Jum'at
Tmpat : Pekanbaru
Tanggal: 22 Agustus 2014